Tuesday, July 28, 2009

RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Tuban
Mata Pelajaran : Menggunakan Alat-Alat Ukur
Kelas/Semester : x / semester 1
Pertemuan ke : 2
Alokasi Waktu : 10 jam Pelajaran

Standar Kompetensi : Menggunakan Alat-alat Ukur
Kode Standar Kompetensi : 020.DKK.07s

Kompetensi Dasar : Menggunakan Alat-alat Ukur mekanik

Indikator :
1.1 Pembacaan pengukuran komponen otomotif dengan vernier calipper diinterpretasi sesuai dimensi benda yang diukur pada part book
1.2 Pembacaan komponen otomotif dengan steel rule diinterpretasikan sesuai dimensi benda yang diukur pada part book
1.3 Pembacaan pengukuran komponen otomotif dengan micro meter diinterpretasikan sesuai dimensi benda yang diukur pada part book
1.4 Pembacaan pengukuran poros menggunakan dial gauge diinterpretasikan terhadap data teknis part book

I. Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran peserta dapat :

1. Menginterpretasikan pengukuran komponen otomotif menggunakan vernier calipper dengan berbagai dimensi ukuran sesuai data teknis pada part book
2. Menginterpretasikan pengukuran komponen otomotif menggunakan Stell rule dengan dimensi ukuran pajang dan lebar sesuai data teknis pada part book
3. Menginterpretasikan pengukuran komponen otomotif pada dimensi diameter luar dan dalam sesuai data teknis pada part book
4. Menginterpretasikan pengukuran poros pada dimensi ke bundaran dan kelurusan sesuai data teknis pada part book

II. Materi Ajar
1. Pengantar Praktik Pengukuran dengan alat ukur mekanik
2. Kalibrasi alat ukur vernier calipper
3. Kalibrasi alat ukur Micrometer out side dan in side
4. Kalibrasi Dial gauge indicator

5. Pengukuran komponen otomotif dengan vernier calipper
6. Pengukuran komponen otomotif dengan Mikrometer (Inside dan Out side)
7. Pengukuran poros dengan Dial gauge Indicator
8. Pembacaan part book



III. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Demostrasi
3. Praktik
4. Tanya jawab
5. Didkusi

IV. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
• Kegiatan Awal : (15 menit)
1. Apresepsi alat-alat ukur pada pekerjaan otomotif
2.Memperhatikan pentingnya kompetensi pengukuran mekanik pada pekerjaan otomotif dan penyebab kegagalan pekerjaan

• Kegiatan Inti : (9 x 45 menit)
1. Mempelajari pengantar praktik pengukuran dan pembacaan part book
2. Memperhatikan demonstrasi cara mengukur berbagai dimensi menggunakan alat ukur yang tepat
3 Mengkalibrasi dan Mengukur komponen otomotif pada dimensi panjang, lebar dan diameter menggunakan Vernier Calipper dengan mengikuti operation manual
4. Membandingkan hasil pengukuran dengan data teknis pada part book
5. Mendiskusikan dan menyimpukan hasil pengukuran
6. Mengkalibrasi dan Mengukur komponen otomotif pada dimensi diameter luar dalam menggunakan Out Side Micrometer dengan cara mengikuti operation manual
7. Mengkalibrasi dan Mengukur komponen otomotif pada dimensi diameter dalam menggunakan Inside Micrometer dengan cara mengikuti operation manual

8. Membandingkan hasil pengukuran diameter dalam komponen otomotif dengan data teknis pada part book
9. Mendiskusikan dan menyimpukan hasil pengukuran komponen otomotif dengan Micrometer
10. Mengkalibrasi dan Mengukur poros komponen otomotif pada penggunaan Dial Gauge Indicator terhadap kebulatan dan kelurusan dengan mengikuti langkah-langkah kerja pada operation manual
11. Membandingkan hasil pengukuran poros dengan data teknis pada part book
12. Mendiskusikan dan menyimpukan hasil pengukuran komponen otomotif dengan Dialgauge Indicator
13. Membuat laporan pelaksanaan praktik pengukuran mekanik pada komponen otomotif

• Kegiatan Akhir (30 menit)
1. Menilai hasil laporan pelaksanaan pengukuran komponen otomotif menggunakan berbagai alat ukur mekanik
2. Menyimpulkan hasil penguasaan kompetensi dasar pengukuran mekanik komponen otomotif dengan alat ukur mekanik yang dikuasai peserta didik



V. Alat , Bahan dan sumber belajar
1. Alat
1.1. Vernier Calipper; Steel Rule
1.2. In Side dan Out side Micrometer
1.3. Dial gauge Indicator

2. Bahan
2.1. Komponen-Komponen otomotif
2.2. Majun

3. Sumber Belajar
3.1. Instruction Manual
3.2. Operation Manual
3.3. Part Book
3.4. Modul
3.5 Buku dan Internet

VI. Penilaian
1. Lembaran Pengamatan Praktek (Daftar Cek List) terlampir
2. laporan

No comments:

rtikel-Artikel otomotif

Tujuan Perawatan Berkala
Sebuah kendaraan dikonstruksikan dari sejumlah besar part,
yang dapat aus, melemah atau berkarat sehingga menurunkan
performa, tergantung pada kondisi atau jangka waktu penggunaan.
Oleh karena itu, part-part tersebut memerlukan perawatan
berkala, kemudian penyetelan atau penggantian
guna memelihara performanya.
Dengan melaksanakan perawatan berkala, hal-hal berikut
dapat dicapai, sehingga meningkatkan kepercayaan dan
ketenangan pelanggan:
1. Masalah yang lebih besar dengan kendaraan yang mungkin
muncul di kemudian hari dapat dihindari.
2. Kendaraan dapat dipelihara dalam kondisi yang sesuai
dengan peraturan hukum yang berlaku.
3. Kendaraan menjadi lebih awet.
4. Pelanggan dapat menikmati pengendaraan yang
ekonomis dan aman.
Tujuan Perawatan Berkala
(1/3)
(2/3)
Jadual Perawatan
• Item-item perawatan berkala dan interval service ditulis
pada tabel jadual di buku Pedoman Pemilik, Pedoman
Pemilik Tambahan atau Warranty Booklet, dll.
• Jadual perawatan dirangkum berdasarkan faktor-faktor
ini: model, umur, negara tempat digunakan, atau bagaimana
menggunakan (kondisi) kendaraan.
T, R, I, A, L mewakili simbol-simbol pekerjaan perawatan.
T=Kencangkan ke momen spesifikasi
R=Ganti
I=Periksa atau ganti bila perlu
A=Periksa dan/atau setel bila perlu
L=Lumasi
Interval service
Interval service ditentukan berdasarkan jarak tempuh dan
jangka waktu yang telah dilampaui sejak service sebelumnya.
Sebagai contoh, bila jadual perawatan untuk part tertentu
adalah 40,000 km atau 24 bulan, maka perawatan jatuh
pada salah satu kondisi di atas. Oleh karena itu, kendaraan
perlu di service setelah :
Berkedara 40,000 km/12 bln. ( ) setelah service sebelumnya
atau pengendaraan 5,000km/24 bulan ( ) setelah service
sebelumnya.
Bila kendaraan digunakan pada kondisi berikut ini, maka
perlu dilakukan perawatan yang lebih sering:
1. Kondisi Jalan
Jalan yang kasar atau sangat berlumpur, jalan dimana
salju meleleh, jalan yang sangat berdebu.
2. Kondisi Pengendaraan
(1) Kendaraan digunakan untuk menarik gandengan, atau
menarik kendaraan kemah.
(2) Kendaraan yang digunakan untuk jarak pendek 8 km secara
berulang-ulang pada temperatur dibawah titik beku.
(3) Kendaraan patroli polisi, taxi atau kendaraan pengantar
dari rumah ke rumah, yang dibiarkan idling selama jangka
waktu lama atau yang menempuh jarak tambahan pada
kecepatan rendah.
(4) Kendaraan yang dikendarai lebih dari 2 jam pada kecepatan
tinggi (80% kecepatan menggunakan kecepatan maksimum
kendaraan)
Kendaraan yang dikendarai pada jalan kasar
Kendaraan yang dikendarai pada kecepatan tinggi
Kendaraan kemah